Polusi udara mempunyai dampak buruk pada kesehatan dan dapat merugikan negara dari sisi ekonomi dan biaya kesehatan. Di tahun 2016, polusi udara telah menyebabkan lebih dari 6,1 juta gejala penyakit kardio-pernapasan di Jakarta (setara dengan 12 gejala per menit), dengan perkiraan biaya perawatan sebesar Rp51,2 triliun (USD3,9 miliar)1.

Beban tersebut belum memperhitungkan produktivitas yang hilang akibat perawatan dan kematian dini. Beban ekonomi sesungguhnya bisa jauh lebih tinggi.

Terlepas dari sumbernya, polusi udara sangat mempengaruhi sistem organ utama tubuh, mengakibatkan penyakit akut dan kronis, serta prematur. Penelitian yang dilakukan selama beberapa dekade telah mendokumentasikan kontribusi pencemaran udara terhadap penyakit pernapasan seperti: batuk atau sesak napas; radang saluran pernapasan; asma; penyakit paru obstruktif kronis; infeaksi saluran pernapasan bawah akut dan pneumonia; penurunan fungsi paru-paru dan pertumbuhan paru-paru; serta kanker paru-paru2.

Polusi udara juga mempengaruhi sistem kardiovaskular, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, serangan jantung dan stroke. Terpapar polusi udara dalam jangka panjang memperparah penyakit tersebut.

Efek kesehatan lain yang merugikan dari polusi udara yaitu termasuk peningkatan risiko katarak dan berat badan bayi kurang akibat sang ibu terpapar polusi udara saat hamil. Beberapa penelitian terbaru juga semakin membuktikan adanya hubungan antara polusi udara dan penurunan kemampuan kognitif pada anak3,4.




Kerugian akibat polusi udara bagi Jakarta dan penduduknya tidak dapat diabaikan.
Solusi berkelanjutan sudah tersedia

Masalah ini tidak bisa hanya diatasi dengan menggunakan masker wajah dan pembersih udara (air purifier), yang hanya dapat memberikan solusi jangka pendek. Solusi yang paling efektif adalah memahami sumber-sumber polusi udara, dan mengurangi atau menghilangkan sumber-sumber tersebut melalui perubahan kebijakan. Peta Jalan untuk Udara Bersih Jakarta telah mencakup solusi - solusi jangka panjang tersebut.

Referensi
1 United Nations Environment Programme; Ministry of Environment in Indonesia. Cost-benefit analysis fuels economy: final report - Phase 1 of SSFA - improving fuel quality and fuel economy in Indonesia. 2010. (URL: https://wedocs.unep.org/bitstream/handle/20.500.11822/16842/CBA_Indonesia.pdf?sequence=1&isAllowed=y)
Kim D, Chen Z, Zhou L-F, Huang S-X. 2018. Air pollutants and early origins of respiratory diseases. Chronic Dis Transl Med 4:75–94; doi:10.1016/j.cdtm.2018.03.003.
3 MònicaGuxens, Ma?gorzata J. Lubczy?ska, Ryan Muetzel, et al. Air pollution exposure during fetal life, brain morphology, and cognitive function in school-age children. Biological Psychiatry, 2018
Clifford A, Lang L, Chen R, Anstey KJ, Seaton A. 2016. Exposure to air pollution and cognitive functioning across the life course – A systematic literature review. Environ Res 147:383–398; doi:10.1016/J.ENVRES.2016.01.018.