Emission Test as a Beginning of Use of Low Pollution Vehicles
Uji Emisi Sebagai Awal Penggunaan Kendaraan Rendah Polusi
20-03-2020    |    Berita dan Artikel

Pada tanggal 13 Agustus 2019 lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan resmi meluncurkan aplikasi uji emisi yang membantu masyarakat untuk mengetahui lokasi bengkel yang dapat melakukan uji emisi kendaraan bermotor dan memeriksa kelulusan emisi kendaraan bermotor.  Aplikasi yang bisa diakses melalui ponsel pintar dengan sistem operasi Android merupakan awal dari rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk diintegrasikan dengan persyaratan parkir dan pajak kendaraan bermotor yang rencananya akan diwajibkan pada tahun 2021 nanti. Aplikasi E-Uji Emisi bisa diunduh pada tautan ini.

Uji emisi untuk kurangi polusi
Pemberlakuan uji emisi ini memang sudah lama dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta. Namun, baru-baru ini dipercanggih dengan aplikasi Android dan semakin diperluas dan dipermudah jangkauannya melalui kerja sama dengan kampus-kampus di DKI Jakarta dan juga pusat perbelanjaan di Jakarta. Menurut berita yang dilansir dari Detik.com, hingga saat ini, terdapat 150 bengket yang turut berpartisipasi dalam menyediakan alat untuk melakukan uji emisi ini. 

Meski masih terbatas pada pengujian emisi yang bersifat suka rela, namun pengujian emisi untuk kendaraan pribadi ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa kendaraan pribadi yang digunakan di DKI Jakarta tidak menimbulkan polusi. 

Beberapa polutan yang diukur dalam pengujian emisi kendaraan antara lain adalah Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Oksida (Nox), dan Hidrokarbon (HC). Ketiga komponen tersebut sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia jika terlalu banyak menghirupnya. HC merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam partikulat PM2.5 yang dikeluarkan oleh sistem pembakaran di kendaraan.

Hingga saat ini, di Indonesia belum menyediakan bahan bakar kendaraan yang berkualitas setara Euro 6. Euro 6 adalah standar emisi yang ditetapkan di negara-negara eropa agar emisi kendaraan tidak menimbulkan polutan yang membahayakan kesehatan masyakat. Standar emisi tersebut biasanya didukung oleh bahan bakar yang mendukung produksi emisi yang minim yaitu melalui pembakaran yang sempurna. Saat ini, bahan bakar yang tersedia di pasar Indonesia baru sampai standar emisi Euro 4.

Belajar dari Taiwan
Untuk mendalami kebijakan uji emisi ini, perwakilan dari DKI Jakarta sempat belajar penerapan kebijakan uji emisi di Taiwan pada saat pertemuan tahunan South Southeast Asia – Air Improvement in the Region (SSEA-AIR) yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Amerika Serikat (US EPA).
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan DKI Jakarta secara spesifik mempelajari implementasi pengujian emisi untuk kendaraan bermotor roda dua yang telah dilakukan secara massif dan terintegrasi di Taiwan sejak tahun 1990an.

Beberapa pelajaran bisa dipetik dari Taiwan yang saat ini merupakan salah satu negara dengan udara terbersih untuk kota metropolitan untuk diadaptasi ataupun sebagai pertimbangan pembuatan kebijakan untuk uji emisi tersebut.

Pelajaran yang paling penting dari Taiwan adalah bahwa pengujian emisi untuk kendaraan bermotor baik beroda empat dan dua sudah diwajibkan sejak tahun 1990an. Penerapan tersebut diiringi dengan hukuman bagi kendaraan yang tidak lolos uji emisi. Selain itu, insentif berupa biaya uji emisi kendaraan gratis diberikan kepada kendaraan bermotor roda dua dengan asumsi bahwa pemilik kendaraan bermotor roda dua adalah masyarakat yang kurang mampu.

Selain itu, kebijakan persyaratan emisi dan kendaraan ramah lingkungan juga telah dimulai dari hulu. Pemerintah Taiwan telah mewajibkan pabrikan kendaraan untuk memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan, yaitu baik dalam bentuk kendaraan listrik maupun kendaraan berbahan bakar minyak namun dilengkapi dengan teknologi ramah lingkungan. Beberapa teknologi ramah lingkungan yang diwajibkan di pabrikan adalah dengan memasang idle otomatis saat mesin tidak digas. Selain itu, uji emisi secara elektronik juga dilakukan di pabrik untuk kendaraan baru.

Hal lain yang penting adalah pemerintah pusat Taiwan telah mendukung perbaikan bahan bakar minyak yang sesuai dengan standar Euro 5 dan menuju Euro 6 pada September ini. Sementara, di Indonesia, bahan bakar kualitas Euro 5 baru akan tersedia di tahun 2025.

Berdasarkan data tahun 2016, jumlah kendaraan yang terdaftar di DKI Jakarta adalah 18 juta unit, yaitu terdiri dari 3,5 juta kendaran roda empat, 13 juta kendaraan roda dua, dan 1,5 kendaraan lain. Setiap tahun, jumlah kendaraan yang terdaftar diperkirakan tumbuh 3,5%. Jumlah ini belum termasuk kendaraan yang masuk ke DKI Jakarta yang berasal dari kota-kota sekitar Jakarta seperti Tangerang, Depok, Bekasi, dan Tangerang Selatan. Hasil studi saat ini juga menunjukkan 30% sumber polusi udara di Jakarta berasal dari kendaraan bermotor (informasi lebih lanjut bisa ditemukan di sini)