Kualitas Udara Jakarta dan Dampaknya Terhadap Kesehatan

Jakarta sebagai ibu kota sekaligus kota terbesar di Indonesia mengalami pembangunan yang sangat pesat dibanding kota-kota lain di Indonesia. Sebagai imbasnya, kualitas udara di Jakarta semakin memburuk. Berdasarkan Indeks Standar Pemantauan Udara (ISPU), jumlah hari tidak sehat terus meningkat sejak tahun 2015 hingga 2018, yaitu masing-masing 64 hari, 93 hari, 110 hari, dan 187 hari.

Selain itu, untuk kandungan partikulat (PM) ukuran 2,5 mikron di Jakarta telah lebih tinggi dari baku mutu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Baku Mutu Udara Ambien (BMUA) nasional. Menurut data dari alat pemantauan kualitas udara di kantor Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, rata-rata tahunan tingkat PM2.5 di tahun 2018 adalah 45,3 ug/m3, lebih tinggi dari baku mutu WHO rata-rata tahunan yaitu 10ug/m3 dan BMUA Nasional 15ug/m3 1.

Kandungan polutan baik gas maupun partikulat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan. Untuk polutan gas, misalnya saja untuk CO, akan mengakibatkan pusing, kelelahan, dan refleks yang berkurang. Sementara untuk partikulat, menyebabkan iritasi pernapasan dalam jangka pendek dan penyakit kronis seperti kanker paru-paru, diabetes, dan kardiovaskular bahkan kematian untuk paparan dalam jangka panjang.

Pelajari Lebih Lanjut
Sumber Polusi Udara

Sumber polusi udara dibagi menjadi dua, yaitu: sumber bergerak dan tidak bergerak. Sumber bergerak terdiri dari kendaraan bermotor, sementara sumber tidak bergerak berasal dari industri dan kegiatan usaha lain yang menimbulkan emisi yang mencemari udara.

Sumber polusi udara ini dapat diketahui melalui inventarisasi emisi yaitu penghitungan konsumsi bahan bakar berdasarkan penggunaan; dan juga melalui sampling untuk mengetahui sumber pasti dari polutan tersebut. Lebih lanjut mengenai sumber polusi udara dapat diketahui di bagian ini:

Pelajari Lebih Lanjut
DKI
Tentang Peta Jalan Menuju Udara Bersih
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya untuk memperbaiki kualitas udara di DKI Jakarta. Salah satunya adalah melalui penerbitan Instruksi Gubernur No. 66/2019. Beberapa upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi polutan baik dari sumber bergerak maupun tidak bergerak. DKI Jakarta memiliki visi untuk mewujudkan udara bersih di tahun 2030.
Baca Lebih Banyak
Berita dan Kabar Terbaru


References
1 The United States Department of State. AirNow. Available: https://airnow.gov/index.cfm?action=airnow.global_summary [accessed 8 January 2019]